Sentuhlah bibirku maka akan kuingatkan kau tentang Tuhan. Tentu saja Tuhan sesungguhnya, bukan tuhan yang selama ini hanya sekedar menjadi pelengkap imajenasi mu.
Takkah kau dengar sekerat kabar yang kukirimkan padamu melalui kerangka logika yang ku susun dalam batas-batas mimpi Einstein?
Atau seberkas berita yang kulampirkan dalam gurat-gurat senja yang kusematkan di ujung retina matamu?
Maka sekali lagi sentuhlah bibirku, sehingga kubisikkan sebuah kata yang sering dibisikkan oleh pemeran utama laki-laki pada pemeran utama wanita dalam dongeng cinta.
Ah, jangan-jangan kau sudah lupa dongeng memuakkan itu.
Jangan-jangan kau juga sudah melupakan aku.
Sudahlah.
Karawang, 8 juni 2009

Copy-Paste kode di bawah, untuk pasang banner ini....
untuk pilihan Banner lain, silakan Temans Klik di sini
Karya Ipung
- Banner n Blog Info (2)
- Based on True Story (2)
- buku (4)
- Cerpen (10)
- Essay (1)
- Fiksi Mini (1)
- FlashFiction (4)
- Lagu (1)
- Monolog (1)
- Motivasi (2)
- News n Info (2)
- novel (2)
- Photo (1)
- Puisi (5)
Rekomendasi Karya(4Download)
Gimana blog ini menurut kamu?
Rabu, Juni 10, 2009
Ketika Tuhan Hanya sebagai Pelengkap Imajenasimu
Diposting oleh
Ipung Arraffa
di
02.26
7
komentar
Label: Puisi
Langganan:
Postingan (Atom)